Pembuatan Penampungan Air Hujan




Menampung air hujan  adalah aktifitas penyimpanan untuk kebutuhan kegiatan manusia. Sistem penampung air hujan mempunyai tempat penyimpanan, area koleksi, sistem pengangkut, dan area koleksi dalam banyak kasus yaitu atap rumah atau bangunan.

Sistem pengangkutan bisa dari talang atau pipa yang dapat mengalirkan air hujan yang jatuh pada  atap ke tangki air atau tempat penyimpanan.

Setelah melalui sistem pengangkutan air disimpan dalam tangki penyimpanan. Konstruksi untuk tangki penyimpanan pada umumnya terbuat dari beton bertulang, fibreglass, atau stainless steel.

Penampung air hujan dapat dibangun pada permukaan ataupun di bawah permukaan tanah disesuaikan dengan lokasi lahan yang ada.

Keterbatasan lahan dapat menjadi kesulitan dalam membangun sistem penampung air hujan. Salah satu opsi yaitu membuat penampungan air hujan di bawah permukaan tanah dengan menggunakan beton.

Saat ini sudah diaplikasikan material geosintetik untuk membuat tangki penyimpanan air hujan dengan menggunakan material geosintetik. Material yang digunakan yaitu modular tank, geomembrane dan non woven geotextile.

Modular tank adalah alat utama dalam konstruksi tangki penyimpanan air. Geomembrane berfungsi sebagai lapis kedap sedangkan Geotextile Non Woven berfungsi sebagai filtrasi. Konstruksi dengan menggunkan geosintetik ini juga dapat menampung air hujan yang masuk atas tanah. Diatas konstruksi tangki pemanen air hujan juga dapat ditanami rumput.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Geocell, dan Cara Menggunakanya